BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Sekilas tentang Kloroplas
Penemuan susunan sel dalam organisme adalah bersamaan dengan permulaan pemakaian Mikroskop. Dari hasil penelitian beberapa para ahli dihasilkan beberapa teori sel diantaranya:
Sel berasal dari sel dan berkembang biak dengan cara membelah diri.
Sel adalah suatu unit struktural dan fungsional terkecil pada makhluk hidup.
Sel adalah suatu unit aktifitas Biologi yang dibatasi oleh membran semipermiabel dan dapat melakukan reproduksi sendiri pada medium di luar makhluk hidup.
Di dalam sel terdapat beberapa bagian diantaranya mitokondria dan kloroplas. Foto kloroplast pertama kali diisolasi dari mikroskop electron pada tahun 1947 oleh S.Granick dan K. Porter. Foto tersebut menunjukan bahwa grana tampak seperti tumpukan piring. Pada tahun 1953, J.Finean membuat sayatan tipis kloroplast dan mendapati secara ultrastruktural tampak 3 kompartemen yaitu pembungkus luar, sistem membrane lamella internal dan stroma. Bentuk grana yang bertumpuk-tumpuk tesebut bertujuan untuk memperluas permukaannya. Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil, untuk digunakan pada saat fotosintesis. Kloroplas dapat memperbanyak dengan membelah diri (replikasi).
1.2 Tujuan
a) Mengetahui definisi dan struktur dari kloroplas
b) Memahami bagian dan sistem kompartemen membran kloroplas
c) Mengetahui komposisi kimia dari kloroplas
d) Mengetahui fungsi umum kloroplas bagi tanaman
e) Mengetahui Reflikasi dan Diferensiasi DNA pada kloroplas
BAB II
PEMBAHASAN
KLOROPLAS
A. Definisi
Kloroplas adalah anggota khusus dari anggota organel tumbuhan yang berkerabat dekat dengan plastid. Amiloplas merupakan plasstid yang tidak berwarna yang menyimpan pati (amilum). Khususnya di dalam akar dan umbi. Kloroplas mengandung banyak pigmen. Kandungan kloroplas dipisahkan oleh sitosol oleh suatu selubung yang terdiri atas dua membran yang sangat sempit.
Gambar 1: Kloroplas
Di dalam kloroplas terdapat sistem membran yang lain yang disusun menjadi kantung – kantung pipih yang disebut dengan tilakoid. Kloroplas hanya terdapat dalam sel-sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Pada sel tumbuhan, kloroplas biasanya dijumpai dengan bentuk cakram dengan diameter 5µm dan tebal 2-4 µm.
Kloroplas dibatasi oleh membran ganda, didalamnya ada sistem luas membran interval yang terbenam dalam matriks fluida yang disebut stomata, membran dalam ini kaya akan fosfolipid dan protein, juga mengandung pigmen-pigmen, yang paling utama diantaranya ialah klorofil. Hijaunya klorofil yang tergabung dadalam membran itulah yang memerikan warna hijau kepada kloroplas dan kepada sel serta jaringan tumbuhan yang terkena cahaya.
Kloroplas dan plastid memiliki keterkaitan yang sangat erat. Plastid dan kloroplas keduanya berkembang dari proplastid yang yang merupakan organela kecil yang terdapat dalam sel – sel meristem. Proplastid akan berkembang berdasarkan kebutuhan sel – sel yang sedang berdiferensiasi tersebut.
Apabila daun tanaman tertentu tumbuh dalam gelap, proplastid akan berkembang berdasarkan kebutuhan sel – sel yang sedang berdiferensiasi tersebut. Apabila daun dari tanaman tertentu tumbuh dalam gelap, proplastid berkembang menjadi etioplas. Organela ini memiliki jajaran membran interrnal yang mirip dengan mitokondria yang memiliki frotoklorofil atau bakal klorofil kuning , buukan klorofil. Apabila daun dipaparkan terhadap cahaya, etioplas akan berkembang menjadin kholoroplas dengan mengubah protoklorofil menjadi klorofil yang dibarengi dengan pembentukan membran yang baru.
Semua hewan dan sebagian besar mikroorganisme menggantungkan dirinya pada pengambilan secara terus – menerus sejumlah besar senyawa – senyawa organik dari lingkungannya. Senyawa- senyawa tersebut memberikan rangka atom untuk biosintesis dan energi metabolisme dalam melangsungkan proses – proses kehidupan sel.
Jutaan tahun yang alau terdapat jumlah yang sangat besar senyawa organik yang dihasilkan oleh proses geokimiawi yang dapat digunakan oleh organisme primitif dipermukaan bumi ini. Sejak habisnya senyawa – senyawa organik tesebut, hampir semua bahan – bahan organik yang dibutuhkan makhluk hidup dihasilkan oleh organisme fotosintetik. Organisme yang paling berkembangbiak dalam hal ini adalah sianobakteri yang memerlukan makanan saangat sedikit. Mereka memanfaatkan elektron dari energi daan sinat matahari untuk mengubah CO2 di atmosfer menjadi senyawa organik.
Pada proses tersebut akan dilepaskan oksigen yang perlu untuk reaaksi fosforilasi oksidatif.
Perkembangan evolusi lebih lanjut yaitu pembentukan senyawaa organik yang ditemukan padaa tanaman ayng mengandung proses fotosinteis melalui organela dalam selnya dalam bentuk kloroplas..Kloroplas memiliki kompartemen tambahan walaupun masih tetap mirip dengan struktur daari mitokondria
Penyelenggaraan proses – proses yang melibatkan energi bekerja melalui mekanisme yang sangat mirip penyelenggaraannya dengan didalam mitokondria. Perbedaan mendasar antara mitokondria dengan kloroplas terletak dalam pengorganisasinya.
Gambar 2 : perbandingan antara kloroplas dan mitokondria
Membran lapisan dalam tidak memiliki rangkaian pengangkutan elektron. Tetapi dalam kloroplas terdapat struktur kantong seperti lelpeng yang disebut dengan tilakoid. Ruang tilakoid berhubungan dengan ruang tilakoid lainnya. Membran tilakoid tidak dapat dilalui oleh ion.
B. Sistem kompartemen pada membran kloroplas
Kloroplas memiliki membran rangkap, antara membrab luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran. Bagian dalam kloroplas mengandung DNA , RNAs, ribosom, stroma (tempat terjadinya reaksi gelap), dan granum. Granum terdiri atas membran tilakoid (tempat terjadinya reaksi terang) dan ruang tilakoid (ruang di antara membran tilakoid).
C. Struktur Kloroplas
Bagian-bagian kloroplas :
a) Membran luar
b) Membran dalam
c) Sistem membran internal yang terdiri dari: Grana, Stroma, Tilakoid.
Gambar 3 : Membran dalam dan membran luar kloroplas
a) Membran luar,
Membran luar permukaannya rata dan berfungsi mengatur keluar masuknyazat. Antara membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran yangtebalnya 10 nm. Membran ini permeabel terhadap senyawa-senyawa dengan berat molekulrendah seperti : nukleotida, fosfat inorganik, derivat yang mengandung fosfat, asam karboksilat,dan sukrosa. Jadi ruang antar membran dapat dengan bebas menggunakan segala macammolekul nutrien dari sitosol.Ruang antar membran, adalah ruangan yang memisahkan antara membran luar dengan membrandalam, tebalnya kira-kira 10 nm.
b) Membran dalam
Membran dalam kloroplas merupakan barier/ penghalang antara sitosol danstroma kloroplas. Membran dalam permeabel terhadap sukrosa, sorbitol, dan macam-macam anion. Meskipun membran dalam impermeabel terhadap sejumlah persenyawaan, namun membran dalam permeabel terhadap karbon dioksida dan asam monokarboksilat tertentu sepertiasam asetat,asam gliserat, dan asam glikolat, serta kurang permeabel terhadap asam amino.
Gambar 4 : Letak Kloroplas
Struktur membrane dalam dan luar kloroplast berbeda. Membran luar memiliki pori sehingga memungkinkan terjadinya difusi sutansi yang berat molekulnya tak lebih dari 2000 dalton. Sedangkan membrane dalam tak memiliki pori, sebagai gantinya membrane dalam memiliki protein translokase untuk kepeluan difusi. Membran dalam juga memiliki komposisi lipid yang lebih besar dari komposisi lemaknya. Pada stroma terkandung materi genentik yang memiliki genom untuk mensintesis protein.
c) Sistem membran internal
Tilakoid
adalah membran dalam kloroplas yang melipat ke arah dalam dan berbentuk seperti lembaran-lembaran. Pada permukaan dalam tilakoid terdapat kumpulan partikel yang tersusun berderetyang disebut kuantosom. Dikuantosom inilah terdapat zat klorofil yang berperan dalam prosesfotosintesis. Klorofil ini berfungsi menangkap energi cahaya matahari, energi yang ditangkap itudigunakan untuk memecah molekul air, yang kemudian direaksikan dengan karbondioksidamenjadi gula dan oksigen.
Stroma
Stroma adalah membran dalam yang membungkus cairan kloroplas, stroma merupakan tempat untuk berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis.
Grana
Grana adalah kumpulan tilakoid yang bertumpuk-tumpuk membentuk badan seperti tumpukan uang logam.
Kromoplas : adalah plastida yang berwarna kuning jingga dan merah karena mengandung karotin. Pada kloroplas terdapat pigmen-pigmen, yaitu : Klorofil (zat hijau daun), Karotenoid (karoten yang memberikan warna jingga), Xantofil (untuk warna kuning).
D. Bentuk Kloroplas
Kloroplas dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Panjangnya antara 5-10µm, dilihat dari atas maupun samping terlihat lonjong, sebagian sisinya datar atau sebagian sisinya konkav (cekung, cakram). Kloroplas terdapat pada sel-sel tumbuhan eukariotik. Sel tumbuhan tinggi berisi 50-200 kloroplas, pada tumbuhan rendah bentuknya bervariasi lagi, contohnya pada Euglena gracilla mempunyai 10 buah kloroplas tiap sel. Selain kloroplas, yang termasuk plastida berwarna adalah kromoplas, yaitu plastida yang terdapat pada buah, bunga, umbi dan daun. Plastida ini berupa xantofil (warna kuning kelabu), karoten (kuning), dan likopena (merah).
E. Fungsi Kloroplas
Klorofil berfungsi untuk merubah energi matahari menjadi energi kimia selama berlangsung proses pembentukan senyawa kompleks berupa zat tepung dari bahan senyawa sederhana, karbondioksida dan air. Pada dasarnya fotosintesis seperti juga reaksi pada mitokondria merupakan pembentukan ATP dan melibatkan transport hidrogen dan elektron dalam senyawa-senyawa seperti NADH dan sitokrom. Perbedaannya adalah bahwa fotosintesis menggunakan cahaya sebagai sumber energy dan bukan substrat kimia, fotosintesis menggunakan CO2 dan air, menghasilkan oksigen dan karbohidrat.
Reaksi fotosintesis dirangkum sebagai berikut:
Klorofil pada tanaman pembuluh dan briophyta terdapat di dalam kloroplas, yaitu di dalammembran tilakoid.Klorofil tidak efektif mengabsorbsi cahaya hijau sehinggalebih banyak direfleksikan (dipantulkan) dan ditransmisikan(diteruskan). Hal inilah yang menyebabkan mengapa klorofil tampak berwarna hijau. Bagian dari spectrum cahaya yangdiserap oleh klorofil selama proses fotosintesa dapat ditentukandengan menempatkan suatu larutan klorofil di dalam alkoholdiantara suatu sumber cahaya dan suatu prisma kaca. Spektrum yang terbentuk berbeda dengan spektrum cahaya putih yang tidak melewati klorofil.
Spektrum cahaya yang melewati larutan klorofil, panjang gelombang yang diserapterlihat sebagai pita-pita gelap dan dinamakan pita-pita serapan.Posisi pita-pita gelap dalam spektrum klorofil menunjukkan panjang gelombng mana yang diserap. Terlihat bahwa banyak dari cahaya merah, bitu dan violet yang diserap yang merupakan panjang gelombang yang banyak digunakan dalamfotosintesis. Sebagian merah dan sebagian besar kuning, jingga dan hijau tidak diserap sama sekali.
Seperti mitokondria, kloroplas dapat dipandang sebagai pabrik tenaga menggunakan sinnar matahari sedangkan mitokondria adalah pabrik tenaga kimia yang menggunaakan energi kimia molekul zat makanan. Kloroplas menyerap energi sinar dan menggunakannya unntuk mereduksi karbondioksida membentuk karbohidrat seperti pada pati yang membebaskan molekul oksigen (O2). Sel tumbuhan fotosintetik mengandung kloroplas dan mitokondria, kloroplas berfungsi sebagai pabrik tenaga pada keadaan terang dan mitokondria dalam keadaan gelap, pada saat orrganel ini mengoksidasi karbohidrat yang dihasilkan oleh pada fotosintesa pada siang hari.
Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan - Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.
Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gulasebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.
Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan, meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama, seperti fisika, kimia, maupun biologi sendiri.
Pada tumbuhan, organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Namun secara umum, semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis, tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Bagian dalam kloroplas mengandung DNA , RNAs, ribosom, stroma (tempat terjadinya reaksi gelap), dan granum. Granum terdiri atas membran tilakoid (tempat terjadinya reaksi terang) dan ruang tilakoid (ruang di antara membran tilakoid). Pada tanaman C3, kloroplas terletak pada sel mesofil. Contoh tanaman C3 adalah padi (Oryza sativa), gandum (Triticum aestivum), kacang kedelai (Glycine max), dan kentang (Solanum tuberosum). Pada tanaman C4, kloroplas terletak pada sel mesofil dan bundle sheath cell. Contoh tanaman C4 adalah jagung (Zea mays) dan tebu (Saccharum officinarum).
Reaksi terang
Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Reaksi ini memerlukan molekul air. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer). Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi.
Di dalam daun, cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer, sedangkan fotosistem I 700 nanometer. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis, seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat.
Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II, membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP, satuan pertukaran energi dalam sel. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. Pada tumbuhan dan alga, kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen.Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air, bukan dari karbon dioksida. Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh C.B. van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an. Bakteri fotosintetik, selain sianobakteri, menggunakan tidak menghasilkan oksigen karena menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen. Saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II, cahaya juga mengionisasi fotosistem I, melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH.
Reaksi – reaksi cahaya menyimpan energi cahaya matahari daalam bentuk ATP dan NADPH yang menyediakan tenaga pereduksi yang diperlukan untuk biosintesa karbohidrat.
Reaksi gelap
ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa). Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya).
Dua reaksi tersebut terpisah satu sama lain, dalam kloroplas energi yang dibutuhkan dalam reaksi pertama diarbsobsi oleh molekul – molekul klorofil.
Konversi CO2 dalam kloroplas dalam bentuk gliseralaldehid 3-fosfat. Sebagian dari gliseralaldehid 3-fosfat diubah menjadi asam lemak, asam amino, dan karbohidrat melalui reaksi biosintesis dalam stroma kloroplas. Sebagian lagi dikeluarkan dalam sitosol dan sebagian besar dengan cepat diubah menjadi fruktosa 6- fosfat. Kedua molekul itu bergabung menjadi disakarida dalam bentuk sukrosa.
Karbon dioksida diubah menjadi karbohidrat atau diikat dalam daun oleh sederet reaksi yang ditemukan oleh Calvin dan Bassham dalam masa – masa terakhir tahun 1940an. Peneliti – peneliti ini menginkubasi ganggang 14C2 radioaktif dalam cahaya. Setelah berlangsung sebentar maka mereka menghancurkan sel – sel itu daan menganalisa ekstraknya terhadap metabolik radioaktif. Telah mereka temukan bahwa salah satu senyawaa radioaktif yang pertama – tama terbentuk didalam sel adalah 3- fosfoglisera, suatu hasil dari antara dari glikolisis.
Senyawa tiga karbon ini atau C3 ini dihasilkan dalam kebnyakan pada tumbuhan terutama buah – buahan , sayur – mayur, padi – padian dan kacang – kacangan. Tumbuhan tersebut disebutlah tanaman C3. Percobaan – percobaan lebih lanjut oleh Calvin, Bassham dan peneliti lainnnya membawa kepenemuan suatu proses siklik untuk pengikatan CO2 yang sekarang dikenal dengan sebagai siklus Calvin.
F. Aktivitas Fotosintesis
Absorpsi cahaya oleh pigmen secaralangsung bersejajar dengan aktivitas fotosintesis. Jika absorpsi cahaya dari pigmen diukur sebagai fungsi panjang gelombang cahaya ( spektrum absopsi ) daan kita bandingkan ini dengan ketergantungan aktivitas fotosintesis terhadap panjang gelombang.maka teerlihat bahwa kedua kurva jalannya bersama – sama.
Alat pengumpul cahaya dari kloroplas terintegrasi berdekatan dengan alat yang mengubah energi cahaya menjadi energi kimiadan ahal ini sungguh beralasan. Umur rata – rata keadaan tereksitesi elektronik sebuah molekul yang kira – kira hanya 10-9 detik. Ini berarti kloroplas harus mengalihkan energi dari pigmen yang mengalami fotoeksitesi ke sisa satuan fotosintetik dalam waktu kurang dari 10-9 detik , karena jika tidak pigmen yang tereksitesi akan memancarkan foton dan kembali ke keadaan energi elektronik dasar. Ion logam dalam klorofil adalah Mg2+ bukannya besi seperti dalam sistem – sistem heme. Selain pigmen satuan fotosintesisberisi komponen – komponen dari kedua rantai transfor elektron . Kroplas termasuk saalah satu zat warna ( zat warna hijai ) yang tedapat dalam klorofil.
Absorpsi Spektrum absorpsi
cahaya
relatif ,
Aktivitas
Fotosintetik Aktivitas
relatif fotosintetik
4000 5000 6000 7000 λ( Ǻ)
Gambar 5 : Aktivitas fotosintetik yang tergantung ada panjang gelombang dan spektrum absorpsi dari pigmen fotosintetik
G. Komposisi Kimia Membran Kloroplas
Membran tilakoid kira – kira 50% terdiri atas lipida, kurang lebih 10% dari padanya adalah fosfolipid. Lipida yang khas bagi klorofil adalah galaktolipida dan sulfolipida, yang masing – masing 45% dan 4% dari total lipid. Selain itu terdapat molekul – molekul dari lipida seperti klorofil, karotenoid dan plastokinon. Jumlah klorofil kiraa – kira 20% dari lipida total membran tilakoid.
H. Reflikasi dan Diferensiasi DNA
Kloroplas berasal dari kloroplas yang sudah ada selama daur hidup tumbuhan tinggi daan diteruskan ke sel sel turunannya selama pembelahan sel. Penyempitan terjadi dekat tengah – tengah plastida dan kedua turunan dihasilkan dari pemishan membran – membran didaerah itu. Umumnya pembelahan kloroplas tidak serempak di dalam jaringan atau sel tumbuhan. Sejumlah fakto – faktor lingkungan memengaruhi replikasi dan diferensiasi, karena itu puncak reflikasi akan terlihat apabila keadaan lingkungan optimal. Replikasi dan diferensiasi kloroplas dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan tertentu seperti cahaya, suhu, regulator pertumbuhan dan mineral.
BAB III
KESIMPULAN
• Kloroplas adalah anggota khusus dari anggota organel tumbuhan yang berkerabat dekat dengan plastid.
• Kloroplas dan plastid memiliki keterkaitan yang sangat erat. Plastid dan kloroplas keduanya berkembang dari proplastid yang yang merupakan organela kecil yang terdapat dalam sel – sel meristem.
• Kloroplas dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Panjangnya antara 5-10µm, dilihat dari atas maupun samping terlihat lonjong, sebagian sisinya datar atau sebagian sisinya konkav (cekung, cakram).
• Klorofil berfungsi untuk merubah energi matahari menjadi energi kimia selama berlangsung proses pembentukan senyawa kompleks berupa zat tepung dari bahan senyawa sederhana, karbondioksida dan air.
• Lipida yang khas bagi klorofil adalah galaktolipida dan sulfolipida, yang masing – masing 45% dan 4% dari total lipid.
• Kloroplas berasal dari kloroplas yang sudah ada selama daur hidup tumbuhan tinggi daan diteruskan ke sel sel turunannya selama pembelahan sel.
• Replikasi dan diferensiasi kloroplas dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan tertentu seperti cahaya, suhu, regulator pertumbuhan dan mineral.
• Pada dasarnya fotosintesis seperti juga reaksi pada mitokondria merupakan pembentukan ATP dan melibatkan transport hidrogen dan elektron dalam senyawa-senyawa seperti NADH dan sitokrom.
• Bagian-bagian kloroplas :
a) Membran luar
b) Membran dalam
c) Sistem membran internal yang terdiri dari: Grana, Stroma, Tilakoid.
• Sel tumbuhan fotosintetik mengandung kloroplas dan mitokondria, kloroplas berfungsi sebagai pabrik tenaga pada keadaan terang dan mitokondria dalam keadaan gelap, pada saat orrganel ini mengoksidasi karbohidrat yang dihasilkan oleh pada fotosintesa pada siang hari.
*sumber : unnoname
Wah jadi inget pelajaran Biologi, haha.. Ini utk Tugas akhir kah? atau cuman pengetahuan aja? :)
BalasHapus